Rabu, 20 Juni 2018

Review Buku "BINTANG" Tere Liye


Siapa yang sudah baca buku "BINTANG" karya Tere Liye?


Baiklah. Jangan khawatir bagi yang belum membacanya. Mungkin review singkat saya kali ini bisa sedikit menguatkan hasrat sahabat sekalian untuk segera membacanya.

Yups. Buku "Bintang" ini adalah buku ke-empat petualangan tiga sahabat kita. Raib, Seli, dan juga Ali. Anak-anak pemberani dari tiga klan berbeda sekaligus. Hebat bukan?

Nah di buku ini akhirnya ada yang berbeda. Setelah di buku-buku sebelumnya. Contohnya saja di buku pertama. "BUMI" menceritakan petualangan mereka di klan bulan. Selanjutnya buku "BULAN" menceritakan petualangan mereka di klan matahari. Dan buku "MATAHARI" menceritakan petualangan mereka di klan bintang. Namun. Di buku yang satu ini akhirnya berbeda. Mereka tidak melakukan petualangan di klan bumi ataupun komet. Seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Melainkan mereka akan berpetualang tetap di klan bintang. Namun, dengan misi yang sangat penting. Menemukan pasak bumi yang tersumbat guna menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran.

Seru. Fantastis. Bravo. Entah kalimat apa yang tepat. Buku ini sungguh memukau. Ada banyak bagian yang membuat kita selaku pembaca gerah akan rasa penasaran. Terutama kalimat Miss Selena yang satu ini.

"Kamu akan memahami, ada banyak hal yang tidak bisa dimengerti di dunia orang dewasa. Keserakahan. Kebencian. Itu bisa membuatmu mengkhianati teman-teman baik. Membuatmu melakukan hal-hal yang buruk. Jauh dari kehormatan seorang petarung." (Halaman 213)

Selain itu di buku ini saya pribadi semakin suka pada karakter Ali. Si bocah biang kerok yang genius. Bagaimana tidak dari ribuan pasak bumi dia bisa menyederhanakannya menjadi 6 pasak saja yang memiliki potensi paling besar. Alur cerita juga menjadi lebih santai karena ada sosoknya yang menghibur. Jauh lebih seru. Lebih menyenangkan. Terutama saat Ali berteriak "Badasss" karena kaget akan pukulan dentuman yang dilontarkan Faar. Haha

Buku ini juga mengajarkan banyak nilai moral. Seperti percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak mudah menyerah. Berfikir sebelum bertindak. Dan masih banyak lagi.

Meskipun terbilang buku kece badai. Buku ini pun tak luput juga dari kekurangan. Bisa dilihat saat kejadian di Hutan Taiga yang menewaskan sebagian dari pasukan bayangan. Sayangnya bang Tere Liye sepertinya masih kurang kena dalam mengali keresahan di bagian ini. Padahal di dalam cerita jelas ada teman yang meninggal. Namun kesan sedihnya tak tersampaikan ke pembaca.

Endingnya pun mengantung. Jujur. ini yang bikin penasaran setengah mati. Bagaimana dengan si tanpa mahkota? Tamus? Ketua konsil lama? Bagaimana tindaka  Raib, Seli, dan juga Ali selanjutnya? Semua masih tanda tanya.

Tak sabar. Ingin rasanya segera membaca buku Ceroz dan Batozar. Buku kelima petualang Raib, Seli dan Ali.

Senin, 11 Juni 2018

Review Buku "Matahari" Tere Liye


Baiklah dalam rangka mengisi waktu luang. Mari kita mereview buku lagi. 😊

Masih dengan buku karya bang Tere Liye. Tepatnya buku "Matahari". Pastinya sudah pada tau kan? Sudah baca juga kan? Atau masih penasaran dengan bukunya?

Baiklah. Dalam beberapa hari terakhir buku ini teramat jahat. Karena dia tega menyita hati dan pikiranku. He

Buku "Matahari" ini sendiri merupakan lanjutan ketiga dari serial buku "Bumi". Jika di buku "Bumi" lalu, Raib, Seli dan juga Ali melakukan petualangan ke klan Bulan.  Dan di buku "Bulan" mereka justru melakukan petualangan di Klan Matahari. Nah di buku "Matahari" ini giliran klan Bintang. Klan dengan titik paling jauh yang akan mereka jelajahi.

Tujuan mereka pergi ke Klan Bintang. Simple. Tak seperti petualangan di dua klan sebelumnya. Mereka bertualang tanpa mengemban misi apapun. Hanya ingin tahu. Penasaran. Akan seperti apa kehidupan di sana. Seberapa majunya kota-kotanya yang konon diceritakan teknologi klan Bintanglah yang paling maju dari keempat klan.

Ajaibnya lagi. Di dalam buku "Matahari" ini, Ali. si biang kerok pembuat onarlah yang menjadi primadonanya. menyita semua perhatian dengan segala tingkahnya yang ada ada saja. Ha

Di awal cerita. Secara mengejutkan Ali si biang kerok mendadak menjadi siswa paling populer di sekolah. Berkat kelihainya dalam bermain basket. Bukan hanya itu dia juga berhasil menciptakn kapsul supercanggih yang diberi nama ILY. Bersama kapsul ILY berpetualanglah mereka ke klan titik paling jauh. Klan Bintang. Dengan melintasi lorong-lorong kuno. Keren kan? Tapi yang lebih keren lagi saat dia melawan armada tempur Pasukan Bintang. Bayangkan. Pasukan Bintang. Dengan senjata andalannya. Pemukul kasti.

Gaya bahasa yang bang Tere Liye gunakan di buku ini juga asyik. Gak membosankan. Bikin penasaran. Rasanya pengen ngabisin langsung satu buku dalam sehari.

Di buku ini juga banyak tersirat nilai-nilai moral. Diantaranya tentang pentingnya meminta izin ke orang tua, tentang percaya diri, tentang tidak mudah menyerah, tentang rasa bersyukur. Dan tentang-tentang yang lainnya.

Selain kelebihan. buku ini juga masih terdapat sedikit kekurangan. Terlihat banyak kata-kata yang berulang. Meski bukan masalah besar juga.

Twistnya juga sulit di tebak. Gak disangka-sangka. Jadi gak sabar pengen baca kelanjutannya di buku keempat. Buku "Bintang".

Jumat, 08 Juni 2018

Review Buku "Bulan" Tere Liye



Mumpung lagi senggang. Mending review buku lagi. He

Kali ini buku "Bulan" karya Tere Liye yang akan sedikit aku bahas. Mungkin buku ini sudah tidak asing lagi di telinga sahabat semua. Terlebih buku ini memang sering masuk jajaran buku-buku bestseller di hampir semua toko buku di Indonesia.

Tebal buku ini juga tidak main. Tercatat ada kurang lebih 400 halaman. Meski awalnya sempat khawatir pasti akan memakan banyak waktu dalam membacanya. Namun, syukurlah buku ini lunas aku lahap hanya dalam kurun waktu tiga hari saja.

Dari cara Bang Tere Liye bercerita. Entahlah seolah-olah buku ini memang sedang merayu. Mau gak mau aku dipaksa harus menghabiskannya secepat mungkin.

Baik. Buku "Bulan" ini adalah buku kelanjutan dari Trilogi buku "Bumi". (Buku yang sudah saya review sebelumnya) Lebih tepatnya buku ini merupakan series kedua dari petualangan Raib, Seli, dan juga Ali di dunia paralel.

Meski judul buku ini adalah "Bulan". Namun, pada nyatanya petualangan mereka kali ini justru malah bertepat di Klan Matahari. Tempat leluhur Seli berasal. Mereka juga ditemani Ily, putra sulung Ilo yang sekaligus lulusan terbaik di akademi Klan Bulan. Tak hanya mereka. Av dan Miss Selena pun turut ikut mendampingi.

Setibanya disana secara mengejutkan mereka justru disambut oleh ribuan tepuk tangan dari penduduk kota Ilios. Meriah. Sangat meriah sekali. karena hari itu bertepatan dengan hari pertama festival tahunan untuk mencari bunga matahari yang mekar pertama kali yang akan berlangsung selama 9 hari kedepan. Bahkan ketua konsil klan matahari Fala-Tara-Nata IV pun meminta mereka berempat untuk ikut serta dalam festival ini.

Festival yang berat. Penuh rintangan. Bahkan kerap kali mengancam keselamatan. Dipenuhi pula oleh hewan-hewan buas dan perjalanan yang penuh teka-teki. Hanya berpakaian hitam-hitam (khas klan bulan), ditemani Harimau salju sebagai tunggangan dan perlengkapan seadanya mereka mulai berpetualang.

Lantas bagaimana petualangan mereka di Klan Matahari? Mungkin lebih baik kalian membacanya sendiri. 😊

Buku ini juga mengandung banyak kelebihan moral. Seperti menumbuhkan rasa saling tolong menolong, rela berkorban, ikhlas memberi, disiplin waktu dan masih banyak lagi. Ceritanya juga menarik. Terlebih karakter Ali. yang jujur. Petualangan ini gak akan seru jika gak ada sosok biang kerok yang satu ini.

Namun buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Terutama pada cerita saat pintu bendungan besar sengaja dibuka dan menimbulkan banjir bandang oleh kontigen penungang salamender. Ceritanya serasa ada yang mengganjal.

Selain itu percakapan Seli dan Ily juga terkesan ganjil. Yang mana Seli seharusnya hanya bisa berbicara dalam bahasa Klan Bumi dan Klan Matahari. Berbanding terbaik dengan Ily yang hanya bisa berbicara dalam bahasa Klan Bulan saja. Namun di beberapa bagian justru Seli dan Ily seringkali terlibat suatu percakapan.

Dibagian terakhir juga kurang greget. Terlalu singkat saat menceritakan pertempuran melawan ketua konsil Klan Matahari. Mungkin Bang Tere Liye sendiri memang lebih menekankan keseruan cerita pada saat petualangannya saja tidak sebanding dengan pertarungan diakhir. Ya siapa tau?

Terlepas dari itu buku ini mengagumkan. Tak sabar rasanya ingin membaca buku "Matahari" dan melanjutkan petualangan Raib, Seli, dan juga Ali.

Kota Wali, 9 Juni 2018
@hatakedhika_81

Selasa, 05 Juni 2018

Review Buku "Bumi" Tere Liye


"Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak."

"Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan. Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang."

Yups. Bang Tere Liye ini memang tak pernah habis-habisnya membuat penasaran kita selaku pembaca dengan semua karya yang beliau ciptakan. Contohnya saja. Buku berjudul "Bumi" ini. Dilihat dari judulnya sih biasa saja. Entah magic seperti apa yang ia tularkan. Hanya bermodal penasaran. Yang awalnya cuma iseng.  pengen tau isi ceritanya. Dan tanpa perlu berpikir panjang. Aku langsung membacanya.

Dari awal cerita memang buku ini sudah memikat hati. Terutama pada kalimat. "Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang." Sungguh ini keren!

Aku setuju. Jika buku ini diasumsikan berbeda dari buku-buku bergenre fantasi lainnya. Lebih tepatnya buku ini luar biasa. Total semuanya ada 6 series. Dan buku "Bumi" inilah yang menjadi gerbang pembuka dari keseruan petualangan Raib, Seli, dan juga Ali. Tiga anak remaja yang terpaut takdir guna menyelamatkan dunia paralel. Dan fakta serunya lagi ternyata mereka berasal dari masing-masing klan yang berbeda. Sebut saja Raib. Ia berasal dari klan bulan. Yang biasa disebut juga dengan makhluk bayangan. Lalu Seli. Yang berasal dari klan matahari. Biasa disebut juga dengan istilah makhluk cahaya. Dan terakhir Ali. Ia berasal dari klan bumi. Atau yang biasa disebut dengan istilah makhluk tanah atau makhluk rendah.

Pada buku pertama ini kita akan disuguhkan petualangan yang seru! Petualangan yang tak terduga. Yang mana dari petualangan ini juga banyak mengungkap sejumlah kenyataan yang bahkan tak pernah mereka bertiga pikirkan sebelumnya.

Petualangan tiga remaja ini bermula dari tersesatnya mereka di dunia Bulan. Di Dunia bayangan ini terdapat banyak hal yang menakjubkan. Semisal saja keindahan kota Tishri dengan teknologi supercanggihnya. Rumah-rumah bulan. Kapsul transportasi. Dan masih banyak lagi.

Namun perjalanan mereka ke Klan Bulan bukanlah untuk berlibur. Mereka tanpa sengaja ikut turut andil dalam mengagalkan rencana sosok tinggi kurus bernama "Tamus" yang berniat membangkitkan kembali "Si Tanpa Mahkota" dari penjara bayangan di bawah bayangan.

Lantas seperti apa petualangan yang akan mereka hadapi? Mungkin alangkah baiknya kalian juga membacanya sendiri dan merasakan keteganggan kisah petualangan mereka.
.
Kota Wali, 6 Juni 2018
@hatakedhika_81

Selasa, 29 Mei 2018

10 Sulusi Ini Bisa Jadi Pahlawan Bagi Sungai Citarum


Miris! Situasi Sungai Citarum kini sudah diambang kerusakan. Mulai dari sampah-sampah yang berserakan tak tertata. Limbah-limbah cair yang deras terus menghujam. Hingga kotoran-kotoran binatang pun tak luput dari indra penglihat. Kalau sudah begini siapa yang mesti disalahkan? Hanya saling tuduh menuduh! Siapa si penoda yang sebenarnya!
Ya, seperti ini lah realita yang saat ini tengah terjadi. Suka tidak suka. Mau tidak mau. Kita semua harus ikut bertanggung jawab atas terkontaminasinya Sungai Citarum. Baik pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat. Begitu pula kita sebagai masyarakat khususnya yang tinggal di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Miris? Memang! Mengkhawatirkan?  Sangat! Kecewa? Kita semua kecewa!
Sungai yang dahulunya gagah. Kini tak segagah dulu! Sungai yang dulunya bersahaja. Kini terlucuti dan terhinakan! Sungai yang dulunya indah. Kini hanya cerita! Terganti oleh ribuan ton sampah yang terhanyut. Melaut.
Sebagaimana kita tahu. Sungai Citarum adalah sungai terbesar di provinsi Jawa Barat. Sungai dengan panjang kurang lebih 300 kilometer yang melintasi 12 wilayah administrasi kabupaten/kota di Jawa Barat ini merupakan salah satu kebanggaan tanah pasundan. Sungai yang juga menjadi sumber kehidupan terutama bagi warga Jawa Barat dan juga DKI Jakarta. Pemanfaatan Sungai Citarum bisa sangat bervariasi. Mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga, irigasi, pertanian, perternakan atau bahkan kebutuhan industri.
“Teringat Sungai Citarum sangat penting bagi sejarah tatar pasundan. Serta memiliki nilai ekonomi sosial yang tinggi. Bahkan Sungai Citarum menjadi sumber air minum bagi 27,5 juta orang penduduk yang tinggal di Jawa Barat dan DKI Jakarta.” Ujar Bapak Presiden Jokowi Dodo.
Terbukti survei pada tahun 2010 dan 2013 secara resmi menyatakan bahwa sungai kebanggaan Jawa Barat ini medapat predikat salah satu sungai tercemar di dunia. 'Unreported world, the world's dirtiest river'. Diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh media Inggris tentang betapa tercemarnya Sungai Citarum. Sungguh sangat disayangkan. Namun, realita berkata demikian.
Di dalam tayangan tersebut terpampar dengan jelas betapa tercemarnya Sungai Citarum. Dengan menaiki perahu dayung kita juga bisa melihat realita bahwa Citarum yang dulu kita sanjung kini sedang menangis. Ia tersakiti. Ia ternodai. Lihat ke kiri kemudian ke kanan. Sampah-sampah itu melaut. Menjadi lautan sampah! Menggunung. Menjadi pulau-pulau sampah! Mulai dari sampah plastik, kaleng, botol, limbah rumah tangga, limbah pabrik dan berbagai jenis sampah lainnya terbungkus sempurna di permukaan Sungai Citarum. Warna yang dulu jernih kini beralih peran menjadi hitam pekat. Berbau dan menjijikan.
Bertahun-tahun sudah setelah dijuluki sungai terkotor di dunia. Nahas, kondisi Citarum bukannya membaik malah justru sebaliknya. Terbukti. Di akhir tahun 2017, Tim Survei Kodam III Siliwangi mencatat sebanyak 20.462 ton sampah organik dan anorganik dibuang ke Sungai Citarum. Air sungai semakin jorok dengan tambahan 35,5 ton perhari tinja manusia dan 56 ton per hari kotoran ternak. Dan kini Sungai Citarum menjelma menjadi kasus raksasa yang mesti kita semua selesaikan.
        Ironisnya, Tak hanya kotor. Sungai dengan panjang 300 kilometer ini sekarang sudah sangat beracun. Hasil uji klinis Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) kota Bandung. Setelah menganalisis air dan ikan, menyatakan, Ditemukannya berbagai zat yang berbahaya, seperti merkuri, coliform, besi, mangan, timbal, sulfur, dan klor. Terlebih apabila zat-zat berbahaya tersebut sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Akan sangat membahayakan.
        Zat-zat kimia tersebut diduga dibawa oleh limbah cair hasil buangan pabrik tanpa melalui proses pengolahan air limbah terlebih dahulu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat mendata bahwa sebanyak 90% dari 3.236 industri tekstil di sepanjang Sungai Citarum tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang kemudian membuang limbahnya langsung ke aliran sungai. Tercatat 340 ribu ton limbah cair dibuang ke Sungai Citarum setiap harinya. Inilah yang mengakibatkan sungai citarum menjadi hitam pekat dan berbau tak sedap.
        Parahnya lagi, ditemukan juga berbagai bakteri berbahaya. Salah satunya bakteri E-coli yang berasal dari tinja manusia dan kotoran ternak, selain itu uji labolatorium juga menemukan bakteri berbahaya lainnya, yaitu: Pseudomonas Aeroginosa yang apabila menginfeksi manusia bisa menimbulkan penyakit cukup serius. Diantaranya: meningitis, radang selaput mata, dan radang saluran kemih. Kehadiran bakteri ini pun cukup menimbulkan tanda tanya. Karena bakteri Pseudomonas Aeroginosa ini biasa ditemukan hanya di lingkungan rumah sakit saja. Kuat dugaan bakteri tersebut terbawa oleh limbah rumah sakit yang ikut terbuang ke alitran sungai.
        Lantas kalau sudah seperti ini. Siapa yang terugikan? Siapa yang teraniaya? Siapa yang tersakiti?
        Tentunya kita semua juga mengharapkan yang terbaik untuk Sungai Citarum. Berharap agar Sungai Citarum dapat kembali berseri seperti sediakala. Jernih dan juga indah. Berdasarkan sejumlah masalah-masalah di atas. Beberapa langkah ini bisa jadi solusi yang dapat kita lakukan. Diantaranya:
  1. Normalisasi alur Sungai Citarum. Bisa kita lakukan dengan mengeruk dasar sungai yang dangkal, melakukan pelebaran kembali sungai yang menyempit, ataupun dengan melakukan pelurusan alur sungai yang dianggap perlu membuat alur baru. Sehingga arus sungai menjadi lebih lancar dan meminimalkan potensi terjadinya banjir di musim penghujan.
  2. Rehabilitasi dan reaboisasi lahan kritis. Melihat seperti apa kondisi Situ Cisanti sekarang yang merupakan hulu dari Sungai Citarum. Kita semua sepakat kondisinya sangat memprihatikan. Rusak parah. Dimana kawasan yang dahulunya merupakan kawasan hutan kini telah beralih fungsi menjadi perkebunan dan pemukiman penduduk. Akibat kondisi kawasan hutan yang kritis inilah Sungai Citarum menjadi dangkal. Tanah-tanah mulai tergerus derasnya hujan yang disebabkan karena hutan yang gundul sehingga berujung sedimentasi dan mengakibatkan banjir rutinan di sekitar DAS Citarum.
  3. Relokasi pemukiman penduduk di sekitar hulu sungai atau di sepanjang DAS. Terutama yang berperan langsung sebagai penyebab terjadinya masalah sungai dan juga yang berperan langsung sebagai pihak yang terkena dampak dari masalah sungai yang saat ini tengah terjadi. Tentunya relokasi ini perlu dilakukan. Selain untuk menanggulangi masalah pencemaran sungai. Dengan adanya relokasi pemukiman penduduk bisa menjadi solusi terhadap kerapihan tatanan kota. Dimana relokasi ini juga diharapkan dapat memberikan tempat hidup yang lebih layak lagi bagi para penduduknya.
  4. Sosialisasi dan edukasi yang berlangsung secara terus-menerus dan konsisten kepada warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Contohnya untuk tidak membuang sampah, tidak membuang limbah rumah tangga, begitu pula tidak membuang limbah cair yang termasuk kedalam kategori berbahaya dan beracun ke aliran sungai. Sikap acuh terhadap lingkungan ini yang berperan cukup vital terhadap pencemaran Sungai Citarum. Oleh karena itu akan sangat penting bagi lembaga-lembaga di lingkungan untuk terus membombardir memberikan informasi apa dampak bahaya dari pencemaran lingkungan, begitu pula informasi yang terkait bagaimana pemanfaatan ekonomi maupun sosial yang bisa didapat jika terwujudnya Sungai Citarum yang bersih.
  5. Perlu adanya tindakan hukum yang tegas dan juga konsisten. Dengan tujuan untuk memberi efek jera bagi mereka yang terbukti masih saja membandel tetap membuang limbah pabrik ke sungai. Menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, Wiranto menyatakan. Akan turun menindak para pengusaha yang nakal. Ia bertekad membereskan persoalan hukum yang terkait dengan pencemaran Citarum. Wiranto bahkan mengancam akan menutup paksa pabrik yang tetap membandel. Rencananya pemerintah juga akan memberikan solusi terkait penyediaan IPAL bagi pabrik-pabrik yang belum memilikinya. Yang nantinya akan dibangun dalam satu area untuk menampung limbah cair dari puluhan pabrik.
  6. Relokasi sejumlah industri. Khususnya yang memiliki limbah industri dalam skala besar. Langkah ini sekaligus agar mengurangi beban fungsi sungai akibat kepadatan jumlah penduduk di sekitar DAS. Dengan merelokasi sejumlah industri dan menempatkannya di satu area tertentu tentunya berdampak baik bagi semua kalangan. Terlebih nanti telah terwujudnya pembangunan IPAL sebagai pusat penampung limbah-limbah pabrik.
  7. Perlu adanya manajemen pengelolaan DAS Citarum yang lebih efektif. Semacam Badan Khusus Otorita Citarum, yang memiliki kewenangan lebih besar dalam hal mengkoordinasikan berbagai pihak yang terkait, seperti pemkab/pemkot di sekitar DAS, pemrov Jawa barat, dan lain-lain.  Kewenangan dalam pemanfaatan DAS baik secara sosial maupun ekonomi. Kewenangan dalam penegakkan hukum bagi mereka yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan. Dan juga kewenangan dalam upaya pemeliharaan DAS secara rutin dan berkelanjutan.
  8. Perlunya revisi UU terkait. Seperti UU tentang Lingkungan Hidup, UU tentang Tata Guna Air dan Pemanfaatan Sungai. Dengan tujuan lebih memberi kepastian hukum yang lebih kuat dalam pengelolaan DAS Citarum secara benar dan fungsional. Dan juga agar adanya penegasan sanksi hukum yang lebih berat dan jelas bagi yang melanggar atau mencemari lingkungan.
  9. Perlunya komitmen bersama dari berbagai pihak yang terkait. Diantaranya: kementerian lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, dan juga kota. Kita semua tentunya berharap, integrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah betul-betul nyata terjalin dan bisa dikerjakan di lapangan. Untuk mengatasi pencemaran Sungai Citarum yang memiliki maslah sangat kompleks. Pemerintah merasa perlu bergegas secara marathon. “Kalau ini bisa kita integrasikan, perkiraan saya tujuh tahun kedepan kita bisa selesaikan dengan baik.” Ujar Presiden Jokowi Dodo.
  10. Optimalisasi dalam perencanaan pemanfaatan DAS. Yang menyangkut berbagai hal antara lain menjadikan Sungai Citarum sebagai sumber air baku, sumber air irigasi pertanian, sumber tenaga listrik, sarana budidaya ikan tawar, tempat industri ekowisata dan olahraga, danau buatan yang besar di sekitar hulu yang sempat diwacanakan, taman atau ruang terbuka hijau (RTH) di sepanjang DAS, daerah konservasi hayati dan cagar budaya, sekaligus dijadikan sebagai taman hutan pendidikan dan peninggalan budaya.
        Apa yang membuat revitalisasi Sungai Citarum ini sangat perlu dilakukan? Sebab, fungsi Sungai Citarum yang dianggap sangat vital dan strategis dimana airnya dikonsumsi oleh 80% penduduk DKI Jakarta dan Jawa Barat. Airnya juga berfungsi untuk mengairi sekitar 420 ribu hektar sawah. Penduduk juga bisa memanfaatkannya sebagai tempat berbudidaya ikan tawar. Yang paling penting Citarum adalah pemasok listrik Jawa Bali sebesar 1.888 megawatt.
        Oleh karena itu. Dimulai dari tangan kita. Dimulai dari hal-hal kecil disekitar kita. Ayo! Kita bersama-sama wujudkan Citarum yang asri. Citarum yang harum. Citarum yang indah. Guna menciptakan generasi yang lebih baik lagi kedepannya. 

Kamis, 17 Mei 2018

"April". Pernah mendengarnya?

Bagi sebagian orang musik adalah kehidupan. Adapula yang menganggapnya sebagai penyata perasaan. Ada juga yang menganggapnya sebagai pemompa semangat.

Pada nyatanya hidup kita tak luput dari alunan nada-nada indah mereka. para musisi. Disaat hati sedang gundah musik melow terasa merdu didengar. Menyeruak hingga kerongga-rongga ruang perasaan. Begitupula musik-musik beraliran kencang. Sangat mengguncang tatkala hati sedang bergairah dan bersemangat.

Fiersa besari. Dialah salah satu musisi favoritku. Aku suka lagu-lagunya. Terkesan dewasa. Lirik-lirik lagunya juga gak lebay. Tapi ngena. tepat di hati. Baik. Kali ini ku ingin membahas salah satu lagu beliau. "April".

Ada yang pernah mendengarnya? Atau justru ada yang sama sepertiku? jatuh hati pada setiap bait nada merdunya.

Entah bagaimana Bung Fiersa bisa menciptakan lagu sekece ini. Yang pasti di setiap liriknya terselip suatu hasrat. Suatu gelisah. Suatu rasa sakit. Sakit karena seseorang yang kini hilang. Dan entah kapan kan kembali.

"Membuatmu tersenyum

Walau tak pernah berbalas

Bahagiamu juga bahagiaku."

Karena cinta bukanlah sesuatu tentang balasan. Karena cinta merupakan keikhlasan. Ikhlas melakukan apapun. Bahkan hal sekonyol apapun hanya untuk membuatmu tersenyum. Membuatmu bahagia. Hanya itu. Sederhana. Karena bahagiamu. Itu bahagiaku juga.

Aku suka lagu ini. Bahkan saat pertama kali mendengarnya. Mungkin lebih tepatnya lagu ini menggambarkan sedikit apa yang kini kurasa.

Baiklah. Mungkin lebih baik kalian coba mendengarkannya juga. Dan mari bernyanyi bersama.

Fiersa Besari - April

"Coba tanya hatimu sekali lagi

Sebelum engkau benar-benar pergi

Masih kah ada aku di dalamnya?

Karena hatiku masih menyimpanmu

Kisah kita memang baru sebentar

Namun kesan terukir sangat indah

Ku memang bukan manusia sempurna

Tapi tak pernah berhenti mencoba

Membuatmu tersenyum

Walau tak pernah berbalas

Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh

Pundak siapa yang tersandar?

Tangan siapa yang tak melepas?

Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih

Untuk meninggalkan aku

Tak pernah lelah menanti

Karena ku yakin kau akan kembali

Ada engkau dalam setiap doaku

Sungguh aku rindu berbagi tawa

Kini kita tidak lagi menyapa

Biarlah hanya dari kejauhan

Melihatmu tersenyum

Walau tak pernah berbalas

Bahagiamu

Juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh

Pundak siapa yang tersandar?

Tangan siapa yang tak melepas?

Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih

Untuk meninggalkan aku

Tak pernah lelah menanti

Meskipun engkau

Tak akan kembali

Huuu

Huuuyeeee

Masih berharaaaaap

Karena kuyakin

Kau akan kembali"

Rabu, 16 Mei 2018

Senang Ramadhan Tiba?

Berbahagia kah? Senang kah? Penuh syukur kah? Lantas seperti apa perasaan sobat sekalian saat berjumpa dengan tamu agung. Tamu penuh rahmat. Tamu penuh kemuliaan. Yakni. Bulan suci ramadhan 1439 H ini?

Ahh, tentunya sungguh beruntung. Sungguh. Beruntung sekali. bagi kita yang merasakan hal demikian. Penuh syukur. Ya, itulah yang mesti kita lakukan saat ini. Alhamdulillah Allah SWT masih berkenan memberi kita kesempatan untuk bisa berjumpa kembali dengan bulan penuh kemuliaan ini.

Di hari pertama ini. Sungguh sangat merugi bagi kita yang dalam menjalankannya tanpa diiringi persiapan yang matang. Membuat daftar atau target yang akan kita lakukan, misalnya.

Seorang guru pernah berpesan. Beliau bernasihat. Untuk tidak pernah bosan menjalani setiap detik yang Allah SWT berikan di bulan ramadhan ini. Tentunya dengan berbuat kebaikan. Memperbanyak amal ibadah. Bersedekah. Menjalankan sunah-sunah rosul. Dan kebajikan-kebajikan lain tentunya.

Jika tidurnya orang yang berpuasa saja mendapat pahala. Coba. sobat sekalian banyangkan . Imbalan seperti apa yang akan diterima orang yang berpuasa jika diiringi dengan melakukan kebaikan? MasyaAllah. tentunya pahala berlipat-lipat bukan?

Maka dari itu ayo sobat semua kita muliakan bulan yang penuh rahmat ini. Kita manfaatkan sebaik mungkin. Kita agungkan setiap detiknya dengan amal keshalihan.

Bisa saja ramadhan ini adalah ramadhan terakhir kita. Bisa saja umur kita tak sampai ke ramadhan berikutnya. Bahkan bisa saja sang ajal lebih cepat menjemput kita sebelum sempurna mengenapi bulan suci ini. Astagfirullahaladzim.

Tentunya sobat semua inginkan jika dibanggakan oleh sang khalik? Inginkan jika sang Rohman bisa tersenyum kepada kita? Oleh karena itu. Mari, kita sama sama meriahkan ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Semoga apa yang kita lakukan di bulan yang suci ini bisa menjadi ganjaran dan juga penolong bagi kita kelak di hari pembalasan. Aamiin Ya Robbalalamin..

Review Buku "BINTANG" Tere Liye

Siapa yang sudah baca buku "BINTANG" karya Tere Liye? Baiklah. Jangan khawatir bagi yang belum membacanya. Mungkin review ...