Jumat, 22 Desember 2017

Bisakah Kau Berjanji?



Bisakah Kau Berjanji?

Aku bermimpi lagi tentangmu
Tentang kamu yang menjadi bintang terindah bagiku
Ketika jemariku menggenggam erat jemarimu
Ketika ragaku di samping menjaga ragamu
Ketika pandanganku tak bisa berpaling dari memandangmu
Disaat itu aku bertanya
Akan sampai kapankah kau menjadi bintang yang terang bagiku
Menerangi disetiap malam gelapku
Menjadi arah kemana harusku melangkah
Akankah suatu saat nanti kan berakhir?
Bisakah kau berjanji padaku untuk tak meredupkan cahayamu?

Cirebon, 22 Desember 2017

Proklamasi



 PROKLAMASI

Saya, Hatake Dhika dengan ini menyatakan kemerdekaan diri yang seutuhnya. Hal-hal mengenai kemalasan, ketidak disiplinan, ketidak percayaan diri. pasti dihapuskan dalam tempo sesingkat-singkatnya

"JANJI SEORANG PRIA ADALAH SEBUAH HARGA DIRI"


 Cirebon, 22 Desember 2017   
Atas nama,                




Prof. KH. Hatake Dhika.M.kom 

          Alhamdulilah, akhirnya tercipta juga blog ini, he
sebelumnya terima kasih banyak bagi teman-teman yang sudah membuatku merasa sangat iri sehingga mau tak mau blog ini harus terlahir. meski sejatinya ini bukan blog pertama yang pernah kubikin. he dan semoga tak akan ada lagi blog-blog selanjutnya, Amminn.
         Baik sebelumnya perkenalkan namaku Hatake Dhika. Loh kok namanya Hatake? emang orang Jepang? Haha bukan kok, bukan. Aku asli produk lokal. he. Dalam blog ini aku ingin memperkenalkan diri sebagai "Hatake Dhika" yang mana nama itu adalah nama pena yang sering kupakai saat menulis. Wah, berarti penulis dong? Pengennya sih begitu. Meski hanya sebatas penulis receh, hehe
          Penulis ya, hmm .. awal aku menulis kira-kira tahun 2015 yang lalu. Entah dari mana keinginan itu tumbuh. Padahal jika dilihat dari background pendidikan, sama sekali tidak ada hubungannya. Motivasiku menulis waktu itu semata-mata karena iri pada mereka. Pada mereka yang mampu merangkai setiap kata-kata indah. Menyentuh. dan juga menginspirasi. Mungkin sepintas menulis itu suatu hal yang apa atuh. Gampang. Cetek. Semua orang juga bisa melakukannya, tinggal ungkapkan apa yang dirasakan. Tulis. Jadi deh. Sayangnya, menulis tak sesimple itu. Menulis itu ibaratkan menyatakan cinta. Butuh keberanian, pengorbanan, dan ketulusan hati. tak mudah memang, dan aku pun merasakannya.
          Tahun 2015-2016 bisa dibilang tahun-tahun kejayaanku dalam menulis. meski penghargaan yang kudapat hanya berupa e-sertifikat, hehe. Ya, waktu itu masa-masanya aku hobby menulis. Misalnya, setiap ada event-event kepenulisan yang diadakan penerbit indie pasti aku ikuti, apapun temanya. Selain event kepenulisan, aku juga sering ikut semacam kuis atau apalah itu namanya. Semacam bagi-bagi buku gratis oleh penulis-penulis terkenal.
          Ini ada cerita unik yang membuatku begitu terkesan. Kalian tahu Komunitas Bisa Menulis (KBM)? Itu adalah komunitas menulis yang didirikan oleh Isa Alamsyah yang mana beliau adalah penulis buku bestseller "101 Dosa Penulis Pemula" sekaligus suami dari penulis terkenal Asma Nadia. Entah kuisnya seperti apa waktu itu. -Maafkan kekhilafanku-. Intinya sih kuis merangkai kalimat tentang menangis dan hanya dibatas beberapa kata saja.
          Tahu kah kau kawan? Waktu itu pesertanya banyakkkk banggett. Kolom komentar penuh dengan rangkaian kalimat. Ada ribuan. Entah berapa ribu aku lupa. Dan yang membuatku terkesan, terharu, bahagia malah pake banget. he. Aku terpilih menjadi salah satu dari empat peserta beruntung kala itu. Bayangin empat dari ribuan. pokoknya luar biasa banget. Meski sederhana tapi indah. he. Bangga, senang, bahagia. hahaha semuanya campur aduk. Bukan karena hadiahnya. Namun lebih ke tulisan sederhanaku yang diakui oleh beliau. Salah satu penulis bestseller di Indonesia. Hadiah yang kudapat waktu itu ialah buku "Pesantren Impian" hingga saat ini buku itu masih terawat dan menjadi salah satu buku favoritku. he
          Aku juga aktif dalam beberapa komunitas menulis. Komunitas Penulis Kreatif dan juga Q-Writing Consulting. bahkan di Komunitas Penulis Kreatif atau yang biasa disingkat KPKers aku dipilih sebagai ketua dari Komunitas Penulis Kreatif cabang Ciamis. Suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bisa menjadi ketua di komunitas besar. Bisa dilihat dari cabang-cabangnya yang tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia dan ada juga yang di luar negeri. Pokoknya suatu kebanggaan banget. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Abah Andrie dan Eyang Jumari yang telah susah payah mendirikan, mengembangkan, serta memperjuangkan komunitas ini hingga sebesar sekarang. Sungguh kalian luar biasa.
          Selain Komunitas Penulis Kreatif. Q-Writing Consulting juga tak kalah mengesankannya. Baik aku akan memperkenalkan sosok Kang Yovie terlebih dahulu yang mana beliau adalah pendiri dari Q-Writing Consulting ini. Q-WC sendiri mungkin lebih tepatnya disebut instansi atau lembaga yang mana di dalamnya itu terdapat pelatihan-pelatihan menulis. kesan yang aku dapat dari Q-Writing Consulting ini jujur sangat luar biasa. Ada satu kaliamat yang aku suka dari beliau. "Sebagus-bagusnya tulisan jika tidak mengandung makna itu hanya sebuah tulisan kosong". Dari situ aku belajar untuk selalu menyisipkan makna disetiap tulisan yang kubuat.
          Perjalananku di Q-Writing Consulting ini bermula di program Super Writer 5. Suka duka pokoknya di kelas ini. tak sedikit pula yang menyerah dan gugur. Bayangkan dalam waktu satu bulan lamanya kita dituntut menyelesaikan 15 tantangan. Yang artinya kita hanya diberi deadline 2 hari saja untuk menyelesaikan setiap tantangan. jujur itu amazing banget. Perjuangannya itu loh, sesuatu banget, hehe dari situ kita belajar, dalam menulis, kita dituntut untuk terus-menerus, continue. gak bisa berleha-leha. yang ada virus malas malah datang menyapa. Tak terasa satu bulan terlewati mungkin saking serunya berhadapan dengan deadline. haha. Dan waktu itu kelas kami memecahkan rekor. Menjadi kelas dengan lulusan paling banyak sebanyak 17 orang. entah rekor itu sudah terpecahkan atau belum, he
          Setelah itu aku melanjutkan ke program selanjutnya. Knight Writer. dan aku tergabung di kelas Knight Writer 4, yang di dalamnya hanya terdapat 10 orang saja. sama seperti Super Writer. Deadlinenya itu yang gak manusiawi, haha bedanya kalau di Knight Writer ini kita akan membuat sebuah project e-book yang nantinya akan diterbitkan di Playstore. Namun, ada sesuatu yang menarik. jadi kita antar peserta itu mulai terasa persaingannya. Jika di Super Writer lalu setelah menyelesaikan tantangan kita hanya diberi report, itu pun sifatnya internal, langsung ke pribadi masing-masing. Kalau di Knight Writer reportnya langsung dishare di grup dan di sana juga diumumkan peserta terbaik di setiap tantangannya. Dan sekali lagi suatu kebanggaan tersendiri bagiku yang menjadi peserta yang paling banyak mendapat kandidat peserta terbaik. Meski hanya 2x sih, hehe
          Pokoknya tahun 2015-2016 itu adalah tahun paling berkesan dalam karier menulisku. Hanya saja seiring berjalannya waktu. virus itu datang. virus malas, mager, otak buntu, dan sejenisnya. aku juga jarang menulis-nulis lagi. jarang ikut event kepenulisan lagi ataupun kuis-kuis berhadiah buku gratis lagi. Andai virus-virus itu lenyap saja ditelan bumi. Mungkin aku tak akan sedelima sekarang. Suram. Teramat suram dan aku harus membangun ulang semuanya. Semua dari nol lagi. Yang biasanya menulis itu spontanitas, apa yang terpikir langsung kutulis. Berbeda dengan sekarang. untuk membuat satu kalimat saja rasanya sulit.
          baiklah sudah cukup. Karena proklamasi sudah saya bunyikan dengan lantang dan seksama. Mau gak mau. Harus dan memang harus virus-virus tadi harus dimusnahkan. Pokoknya aku harus bisa kembali menulis. Ya memang tidak mudah membangun sebuah pondasi dari awal lagi. tapi tidak ada yang tidak mungkin. Aku berharap semoga dengan adanya blog ini bisa membantuku dalam kembali ke jalan yang lurus, he jalan dimana aku bisa mewujudkan mimpiku sebagai penulis.
          Mungkin sekian dulu perkenalan singkat tentangku dan dunia literasiku. jangan lupa berkunjung ditulisanku selanjutnya. Happy Writing kawan. dan jangan lupa bahagia ^_^


Kota Wali, 22 Desember 2017

Akhlak Rasul Yang 1 Ini Bikin Mata Berkaca-Kaca

Akhlak Rasul Yang 1 Ini Bikin Mata Berkaca-Kaca Hatake Dhika “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik ...